Selasa, 14 April 2020

SNI BAJA RINGAN

Pada tahun 2017 telah terbit SNI Profil Rangka Baja Ringan dengan nomer
SNI 8399-2017.
Dalam dokumen SNI tersebut telah diatur persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk baja ringan sehingga dapat menjamin kualitas sesuai dengan peruntukannya.

Berikut sebagian isi dokumen yang berhubungan dengan rangka atap baja ringan.
1. Profil baja ringan berbentuk C, U, Z dan Topi (halaman 2)
2. Bahan baku menggunakan Bj.LAS G550 dengan lapisan anti karat AS100
3. Minimum ketebalan profil C75 baja ringan yang dipersyaratkan untuk rangka atap adalah C75.065 TCT (tabel A.1 halaman 15)
4. Penandaan / penulisan di setiap batang produk profil baja ringan minimal mencantumkan informasi
    - Merek
    - Jenis dan ukuran nominal profil
    - Tebal nominal (BMT) dan panjang
    - Spesifikasi bahan (kelas baja dan jenis lapisan)
5. Contoh penulisan pada batang produk profil baja ringan
    MEREK C75 075 TCT / 070 BMT G550 AS100

Di pasaran terutama di Lombok, banyak pabrik yang demi mengejar image harga murah, kemudian menulis informasi tidak sesuai dengan barang yang diproduksi dan dipasarkan, biasanya (dan hampir selalu) ketebalan bahan yang ditulis pada batang produk lebih tinggi dari ketebalan yang seharusnya. Tentunya ini sangat berbahaya karena telah menipu konsumen yang tidak mengerti baja ringan, yang berimbas pada kesalahan penggunaan untuk rangka atap dengan beban atap tertentu (genteng tanah, keramik atau beton)

Selanjutnya silakan konsumen memilih dan memilah barang yang akan digunakan untuk rangka atap rumah Anda agar tidak tertipu dengan iming-iming harga murah, Jangan pertaruhkan keamanan keluarga hanya dengan harga murah. Bukankah nenek moyang kita sudah berpesan ada harga ada rupa, harga tidak bohong.

Setiap bangunan yang kami kerjakan telah dihitung pembebanannya sesuai dengan bentuk, ukuran dan jenis atap yang digunakan, sehingga kami menjamin bahwa atap yang kami rencanakan dan kerjakan aman secara teknis.




Mataram 140420

Sabtu, 25 November 2017

FlowChart Bekerja

Begini proses kerja kami untuk menjamin kualitas pekerjaan yang Anda percayakan kepada Kami,


Kamis, 25 Mei 2017

Jenis Atap Menurut Bahan Dasarnya

Sangatlah penting untuk memilih jenis atap yang akan digunakan pada bangunan kita, hal tersebut tentunya didasarkan pertimbangan Harga, Kekuatan serta rendah perawatan.

Ada banyak jenis atap menurut bahan dasarnya, umumnya yang dipakai masyarakat Indonesia adalah
1. Genteng Tanah
2. Genteng Keramik
3. Genteng Beton
4. Atap Metal (Seng, Genteng Metal, Galvalum Spandek)
5. Atap Gelombang Asbes

Pada masing-masing jenis atap tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, kembali lagi pada pengguna yang menyesuaikan dengan anggaran.

1. Genteng Tanah
    Namanya genteng tanah, tentunya berasal dari tanah, Tanah yang digunakan adalah tanah liat yang dibentuk, lalu di tekan kemudian dibakar. Karena masih dibuat secara manual dan tradisional, maka jangan heran menemukan bentuk dan ukuran yang tidak sama satu dengan yang lainnya.


Rata-rata menghabiskan 25 keping setiap satu meter perseginya, beratnya variasi dari 1.5 - 2.25 kg/keping, jarak reng antara 22 - 26 cm, sudut atap minimal yang dianjurkan untuk jenis genteng ini adalah minimum 25 derajat agar terhindar dari kebocoran dan genteng melorot.

2. Genteng Keramik
    Tidak banyak produsen genteng keramik, umumnya dipasaran ada 3 merek yaitu Kanmuri, M Class dan KIA. Genteng jenis ini terbuat dari tanah liat juga namun pada prosesnya dikontrol lebih teliti dan dibakar pada suhu tinggi sehingga bentuk dan ukurannya memiliki toleransi yang kecil. pada permukaan Genteng diberi lapisan keramik sehingga memiliki tampilan yang istimewa dan juga tahan terhadap jamur dan lumut sehingga tampak mengkilat terus.

Genteng keramik berisi 13.6 - 14.5 keping setiap meter perseginya, tergantung dari bentuk dan produsennya, beratnya bervariasi 2.85 -3.15 kg/keping, jarak reng antara26 - 27 cm, sudut minimal yang dianjurkan adalah 25 derajat. Jarak reng untuk genteng ini harus lebih diperhatikan mengacu pada spesifikasi yang diberikan oleh produsen jikan berbeda 5mm saja, maka resikonya genteng tidak dapat dipasang.

3. Genteng Beton
    Genteng beton sudah mulai diproduksi di daerah-daerah, tidak lagi terpusat di Jawa seperti halnya genteng keramik. Genteng beton terbuat dari campuran PC dan pasir yang di press menggunakan mesin kemudian dijemur hingga kering tanpa melalui proses pembakaran. Untuk menambah keindahan, permukaan genteng dapat di cat menggunkan cat minyak maupun can air atau bisa juga di glazur.

Genteng beton menghabiskan 9.7 - 10 keping untuk setiap meter perseginya, memiliki berat 4.2 -5.2 kg/ kepingnya, jarak reng antara 25 - 35 cm, karena genteng ini ada yang berukuran lebar 40 cm dan tinggi 30 cm (horizontal) dan ada yang berukuran lebar 30 cm dan tinggi 40 cm (vertikal). Jarak reng memiliki toleransi yang lebih lebar., sudut atap yang dianjurkan untuk jenis genteng ini adalah 25 derajat untuk menghindari kebocoran akibat rembesan dari samping genteng dan teknik pemasangannya dianjurkan zigzag seperti pasangan bata.

4. Atap Metal (seng, genteng metal, spandek)
    Jenis atap metal yang umum dipakai sejak jaman dahulu adalah seng gelombang, seiring dengan perkembangan jaman, akhir-akhir ini muncul atap metal berbentuk genteng yang sudah diberi anti karat dalam bentuk cat, lalu muncul pula jenis spandek/trimdek. Dari tahun ke tahun, seiring dengan permintaan pasar yang menginginkan harga yang murah, kualitas seng jauh berkurang dari produksi di tahun 80-an, mulai dari ketebalan dan lapisan anti karatnya, jadi jangan heran kalau seng yang dibeli sekarang tipis dan mudah berkarat. Spandek kemudian muncul sebagai alternatif dari seng, sedikit lebih mahal, namun lebih elok dipandang namun, sama juga dengan nasib seng, sekarang sudah muncul spandek dengan ketebalan minim serta anti karat yang tidak sesuai untuk penggunaan eksterior.

Seng

Atap seng sangat ringan, beratnya tidak sampai 1 kg permeternya, Jarak reng/gordeng yang dianjurkan 60 - 85 cm sehingga pada saat melangkah di atas atap tidak terlalu jauh. Sudut minimum atap yang dianjurkan adalah 10 derajat untuk menghindari kebocoran akibat air yang balik.


Trimdek / spandek

Atap Trimdek/Spandek atap yang sedang digemari oleh masyarakat sekarang, bentuknya yang lebih cantik dari seng serta lebih tahan terhadap karat, jarak reng/gordeng yang dianjurkan sama dengan seng 60 - 85 cm, Sudut  minimum atap untuk trimdek/spandek lebih kecil yaitu 5 derajat, karena gelombang atap ini lebih lebar sehingga daya tampung airnya lebih banyak


Genteng metal

Atap metal yang satu ini terbuat dari bahan metal dicetak menyerupai bentuk genteng, pemasangannya cepat rapi dan memiliki tampilan yang menarik. Jarak reng 38.5 - 40 cm, sudut minimum 25 derajat untuk mencegah kebocoran. Terdapat pula genteng metal yang dilapisi pasir.






Sabtu, 20 Mei 2017

Bentuk Atap Bangunan

Atap rumah laksana mahkota yang menghiasi bangunan tempat tinggal, sehingga tidak heran jika atap rumah menjadi perhatian khusus. Karena tempatnya di paling atas bangunan, maka perlu lebih cermat memilih atap agar perawatan minimal, terutama dalam hal atap pecah, melorot, jamur/lumut dan lain sebagainya. Sehingga perlu pertimbangan kembali untuk menggunakan bahan yang murah karena sangat beresiko untuk keluarga tercinta.

Secara umum, atap rumah berbentuk 2 model yaitu model Limas dan model Pelana. Pada kedua model atap ini memiliki kelebihan dan kekurangan, namun model tersebut juga menyesuaikan dari bentuk bangunan yang direncanakan.

Model atap Limas dari ezygriya.co.id


Model atap Pelana dari saibot-blog.blogspot.co.id

Minggu, 30 April 2017

Metode Desain AISC

Apa itu AISC? apa kaitannya dengan Rangka Atap Baja Ringan?
AISC adalah singkatan dari American Institute of Steel Construction, sebuah lembaga institut teknik non profit untuk penggunaan struktur baja di industri konstruksi di Amerika.
Perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung di Indonesia saat ini mengacu pada peraturan yang paling baru yaitu SNI 03-1729-2002 yang menggunakan metode LRFD.
Peraturan tersebut mengadopsi peraturan dari Amerika diatas yaitu American Institute of Steel Construction - Load and Resistance Factor Design (AISC - LFRD). Peraturan perencanaan struktur baja terbaru di Indonesia tersebut menggantikan peraturan lama yang menggunakan desain tegangan ijin (Allowable Stress Design disingkat ASD)

Baja ringan dengan kelebihan yang dimilikinya terhadap baja konvensional juga didalam perhitungan strukturnya harus mengacu pada metode desain LFRD, sehingga kuda-kuda baja ringan yang didisain menjamin keamanan strukturnya.

Meskipun LRFD telah menggantikan metode ASD, namun para desainer perlu juga memahami kedua metode tersebut sehingga mengetahui mengapa metode LRFD dituangkan dalam peraturan SNI.

Berikut adalah tabel perbedaan metode ASD dan LRFD (saya lupa tempat mengutip tabelnya ☺..)

Perbedann metode ASD dan LFRD

Nah sekarang sudah tambah tau kan mengapa SNI memakai metode pembebanan LFRD.
Buat calon pengguna jasa pemasangan baja ringan, ada baiknya menanyakan kepada aplikator, apakah menggunakan software dalam perencanaan rangka atap, dan menggunakan metode pembebanan apa softwarenya.

Kalo masih ada yang ditanyakan dan bisa saya jawab, silakan di comment ya

Salam Yukentruss

Harga dan Kualitas Anda yang Tentukan





Jumat, 03 Oktober 2014

Memilih Baja ringan

Sering kali kita terbentur pada pertanyaan baja ringan apa yang paling baik untuk atap rumah saya ya??
Perlu kita evaluasi pada perencanaan kita, Keramik lantai yang terpasang harganya berapa ya (semua termasuk ongkos)? misalkan keramik yang ukuran 40x40 harga total terpasang 100rb/m2, lalu karena ingin yang berbeda dan lebih baik kualitasnya, kita tidak ragu untuk membeli yang ukuran 60x60 granit lagi padahal harganya 25rb lebih mahal dari yang sebelumnya.. "aaahh gak papa lebih 25rb yang penting indah dan puas" begitu kira-kira kebanyakan alasan kita.

Nah... ketika perencanaan ke atap rumah.. maunya yang murah dan kuat..minta garansi lagi... aneh kan?? dimana dapet barang baru yang murah tapi berkualitas. tapi itu realita yang sering kami hadapi.
Masak untuk lantai berani lebih mahal yang notabene resikonya tidak ada daripada atap yang resiko ambruknya besar? yang kalo terjadi resiko nyawa taruhannya..

Jadi perlu lebih bijak dalam memilih rangka atap untuk rumah kita. PercayaLah bahwa Harga Tidak Bohong.

Langkah yang harus dilakukan ketika memilih baja ringan adalah berikut:

1. Berikan ukuran denah bangunan yang lengkap.
2. Hitung Luasan atap
3. Jelaskan Apa yang anda inginkan seperti jenis genteng, sudut atap, ketebalan material, jarak kuda-kuda.
4. Biarkan aplikator memberikan penawaran dan Pastikan perencanaan aplikator sesuai dengan keinginan kita.
5. Pastikan perencanaan rangka didisain menggunakan software khusus baja ringan, bukan gambar autocad atau SAP2000.
6. Pelajari desain setiap kuda-kuda dan ketebalan material yang direncanakan.
7. Silakan nego harga... tapi yang wajar kalo nawar, soalnya aplikator akan bermain di ketebalan material jika harga ditawar terlalu jauh.
8. Jika sudah Deal.. awasi pelaksanaan di lapangan, mulai pengiriman material sesuai ketebalannya, saat merakit sesuai gambar rencana, pemasangan sesuai jarak kuda-kuda nya.

Demikian sedikit ulasan cara memilih rangka atap baja ringan untuk istana anda,
Selamat memilih ......




Sabtu, 19 April 2014

Disain Atap Baja Ringan Menggunakan Software

Video berikut adalah cara kami mendisain rangka atap baja ringan menggunakan software Quick Frame.
Untuk memastikan Rangka Atap Bangunan Anda Ekonomis, Aman.




Minggu, 03 Februari 2013

Rangka Atap Sekolah Roboh

Kejadian ini adalah yang pertama kali diketahui secara umum oleh masyarakat NTB (yang gak ketahuan ada juga seeh... cuman disembunyikan aja). Salah satu bangunan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di bumi Giri Menang ambruk, kalo gak salah sih kejadiannya pagi buta pada jumat terakhir bulan Januari 2013.

Dengan sigap Dinas terkait memberikan jawaban pagi harinya, kesimpulannya adalah pihak kontraktor dan aplikator menyalahi ketetapan yang disetujui dinas PU. Katanya lagi jarak kuda kuda perencanaan 75cm nah.. menurut analisa software aplikator katanya aman pada jarak 100cm ( gue gak yakin beliau-beliau ini paham apa yang diomongin.. hehehe)..

Tidak sampai disitu, Dinas terkait dalam hal ini Dikpora dan PU membentuk tim investigasi yang katanya mengundang staf ahli dari pulau seberang (lagi lagi gue gak ngerti ngapain juga mereka ngundang ahli dari pulau seberang?? emangnya ada?? apakah SDM di daerah kita gak ada yang mampu menginvestigasi itu semua?.. aneh..)

Teman-teman aplikator yang satu angkatan saling berkomunikasi, menebak-nebak apa yang terjadi, karena penasaran, beberapa dari mereka meluncur ke TKP, sehingga diperoleh beberapa kesimpulan. diantaranya 1. jarak bukan penyebab utama penyebab gagalnya kontruksi baja ringan,
2. jenis material yang digunakan yaitu jenis UK pada dasarnya juga bukan penyebabnya.
3. beban genteng tanah mantili juga sebenarnya masih mampu dipikul oleh kuda-kuda baja ringan,
4. ketebalan material belum bisa didapatkan,
5. gambar perencanaannya juga tidak di dapat,

Jadi apa penyebab sebenarnya?? mungkin ada yang bisa share kemungkinan yang bisa menyebabkan gagalnya konstruksi kuda-kuda jenis UK tersebut..

Galvalume Vs Galvanis

Sifat dasar dari baja adalah kuat, getas namun tidak tahan terhadap air.

Definisi
Galvanisasi:  proses menerapkan lapisan seng pelindung untuk baja, untuk mencegah korosi galvanik berkarat dan. Istilah ini berasal dari nama ilmuwan Italia Luigi Galvani.
Meskipun galvanisasi dapat dilakukan dengan elektrokimia dan proses elektrodeposisi, metode yang paling umum digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, dimana bagian-bagian baja yang terendam dalam bak seng cair.
Proses galvanisasi telah berjalan sejak abad ke 19, dan dipatenkan di Paris oleh Stanislas Sorel pada tahun 1837.
Meskipun telah dilakukan proses pelapisan untuk melindungi bajanya, pada tempo 1 tahun biasanya akan tetap berkarat.

ZINCALUME®: adalah merek dagang BLUESCOPE STEEL Ltd. Produsen baja lapis terbesar di dunia. ZINCALUME® adalah baja lapis Zinc dan Aluminium yang digunakan untuk melindungi baja tersebut. Sifat Zinc yang keras dikombinasikan dengan aluminium yang tahan karat, menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut kuat dan tahan karat dibandingkan dengan Galvanis yang sudah “out-of-date”.

Istilah Galvanis atau Galvalum dipakai untuk membedakan jenis lapisan finishing atau coating pada baja ringan.

Galvanis adalah istilah untuk baja ringan yang diberi lapisan seng (zinc). Untuk galvanis finishingnya terdiri dari: 98% unsur coatingnya adalah seng/zink dan 2% adalah unsur alumunium.

Galvalum merupakan sebutan untuk pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc, dipasaran popular dengan sebutan Zincalume. Untuk Galvalum finishingnya terdiri dari: 55% unsur coatingnya adalah aluminium, 43,5% adalah unsur seng/zink dan 1,5% unsur silikon.

Beberapa produsen mengklaim bahwa pada tebal pelapisan yang sama, Galvalum memiliki ketahanan terhadap karat yang lebih tinggi dibandingkan Galvanis.
 
Untuk menyamai kekuatan galvalum menahan karat, maka pelapisan pada galvanis dibuat lebih tebal. Seperti juga produk material lainnya, dipasaran beredar berbagai macam kelas material, pilihlah baja ringan dengan mutu material prima yang sudah teruji dilapangan.

Sabtu, 02 Februari 2013

Hal Yang Dipertimbangkan dalam memilih rangka atap

Pake kayu apa baja ringan ya? aman gak ya? lebih murah mana kayu atau baja ringan? apa kekurangan dan kelebihan baja ringan dibanding kayu?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pasti muncul ketika kita akan memutuskan mau menggunakan kayu atau baja ringan sebagai rangka atap bangunan yang sedang kita kerjakan.

Semua kembali kepada anda.
Memakai kayu akan aman jika kayu yang digunakan mutunya baik, begitu juga baja ringan. Jika Kayu meranti  yang kita pilih tentunya akan lebih aman jika dibandingkan dengan kayu kapuk.

Berkaitan dengan anggaran, jika kayu yang kita inginkan kayu balau atau bengkirai tentunya akan mahal jika dibandingkan dengan kayu meranti, baja ringan pun tidak berbeda jauh, jika yang digunakan material C75.75 tentunya akan lebih murah jika dibandingkan dengan C75.100.

Sehingga perlu lebih cermat dalam memilih rangka atap untuk bangunan anda. Lalu bagaimana memilih rangka atap baja ringan yang murah dan aman?